Ini adalah deskripsi produk untuk sensor atau detektor gas yang mudah terbakar (Flammable Gas Detector) yang bersertifikasi ATEX/IECEx – sering kali disingkat sebagai “Flammable Cat” (kependekan dari Catalytic Flammable Gas Detector) dalam konteks keamanan gas.
Penting untuk dicatat bahwa “Flammable Cat” biasanya merujuk pada jenis teknologi sensor (katalitik) yang digunakan untuk mendeteksi gas yang mudah terbakar, dan sertifikasi ATEX/IECEx adalah standar keselamatan wajib untuk peralatan yang digunakan di lingkungan yang berpotensi meledak.
Berikut adalah deskripsi lengkapnya dalam Bahasa Indonesia:
Deskripsi Produk: Detektor Gas Mudah Terbakar (Flammable Cat) Bersertifikasi ATEX/IECEx
Produk ini adalah Detektor Gas Mudah Terbakar jenis Katalitik (Catalytic Flammable Gas Detector) yang dirancang untuk pengawasan keselamatan yang sangat penting di area berbahaya. Detektor ini secara spesifik bersertifikat ATEX (untuk pasar Eropa) dan IECEx (untuk pasar internasional), memastikan kepatuhan terhadap standar tertinggi untuk peralatan yang beroperasi di atmosfer yang berpotensi meledak (gas, uap, atau debu yang mudah terbakar).
Keunggulan Utama
- Keamanan Tertinggi (ATEX/IECEx Certified): Sertifikasi ganda ini menjamin bahwa produk telah diuji dan disetujui untuk digunakan di Zona Berbahaya (Hazardous Areas), dirancang untuk mencegah potensi sumber penyulutan yang dapat memicu ledakan.
- Deteksi Cepat dan Akurat: Menggunakan teknologi sensor katalitik (pellistor) yang terkenal karena sensitivitasnya dalam mendeteksi berbagai gas dan uap yang mudah terbakar, seperti metana, propana, butana, dan banyak hidrokarbon lainnya.
- Pengukuran LEL: Mampu mengukur konsentrasi gas secara akurat dalam satuan %LEL (Lower Explosive Limit), yang merupakan batas terendah di mana campuran gas dengan udara dapat terbakar atau meledak.
- Ketahanan Lingkungan: Dibangun dengan casing yang kokoh, biasanya tahan ledakan (flameproof) atau aman secara intrinsik (intrinsically safe), memberikan perlindungan superior terhadap korosi, kelembaban, dan benturan.
- Kompatibilitas Sistem: Dirancang untuk integrasi yang mudah dengan sistem kendali, kontrol, dan alarm yang ada (misalnya, DCS/PLC) melalui output sinyal standar industri (misalnya 4-20mA atau protokol digital).
Fungsi Produk
Fungsi utama dari Detektor Gas Mudah Terbakar ATEX/IECEx adalah:
- Deteksi Dini Gas Mudah Terbakar: Secara terus-menerus memantau konsentrasi gas mudah terbakar di udara ambien.
- Pencegahan Ledakan: Memberikan peringatan dini ketika konsentrasi gas mencapai tingkat berbahaya (biasanya pada 10% LEL dan 20% LEL) sehingga tindakan pencegahan dapat diambil sebelum gas mencapai batas ledakan.
- Pengawasan Kepatuhan Keselamatan: Memastikan fasilitas industri memenuhi persyaratan keselamatan operasional yang ketat di area di mana risiko ledakan selalu ada.
- Aktivasi Sistem Keamanan: Secara otomatis mengaktifkan sistem alarm, ventilasi, atau sistem pemadaman darurat melalui koneksi ke panel kontrol saat terjadi kebocoran gas.
Cara Penggunaan (Prinsip Umum)
Detektor gas ini adalah alat profesional yang memerlukan instalasi, kalibrasi, dan pemeliharaan yang sesuai oleh teknisi terlatih, sesuai dengan manual produk dan standar keselamatan setempat.
1. Instalasi
- Penentuan Lokasi: Posisikan detektor di lokasi strategis yang paling mungkin terjadi akumulasi gas. Karena banyak gas mudah terbakar lebih ringan dari udara (seperti metana), detektor mungkin dipasang di dekat langit-langit. Untuk gas yang lebih berat (seperti propana), detektor dipasang lebih rendah.
- Pemasangan Casing: Pasang unit detektor secara aman menggunakan braket yang telah disediakan pada struktur yang stabil.
- Koneksi Listrik: Hubungkan kabel daya dan kabel sinyal ke panel kontrol atau sistem pemantauan. Pastikan semua instalasi kabel dilakukan sesuai dengan standar ATEX/IECEx untuk area berbahaya (misalnya, menggunakan cable gland tahan ledakan yang tepat).
2. Kalibrasi
- Kalibrasi Awal: Sebelum beroperasi, detektor harus dikalibrasi. Proses ini meliputi pengaturan titik “nol” (udara bersih) dan titik “span” (menggunakan gas kalibrasi konsentrasi yang diketahui, misalnya 50% LEL dari gas target).
- Kalibrasi Berkala: Detektor harus dikalibrasi ulang secara teratur (misalnya setiap 6 bulan atau sesuai rekomendasi pabrik) untuk memastikan akurasi dan kepatuhan.
3. Operasi dan Pemeliharaan
- Pengawasan Berkelanjutan: Setelah dihidupkan, detektor akan terus-menerus mengirimkan sinyal konsentrasi gas ke panel kontrol.
- Respon Alarm: Jika tingkat gas mencapai batas alarm yang telah ditentukan, detektor akan memicu output sinyal alarm ke panel kontrol, yang kemudian akan membunyikan sirene atau menyalakan lampu peringatan.
- Uji Fungsional (Bump Test): Lakukan bump test secara rutin (misalnya bulanan). Ini adalah tes cepat menggunakan sedikit gas target untuk memverifikasi bahwa sensor dan sistem alarm merespon dengan benar.
- Penggantian Sensor: Sensor katalitik memiliki umur pakai yang terbatas. Ganti sensor sesuai jadwal atau ketika kinerja deteksi menurun drastis.
Catatan Keselamatan: Jangan pernah mencoba melakukan instalasi, perbaikan, atau kalibrasi di area berbahaya tanpa mematikan daya dan mematuhi semua prosedur Lock-Out/Tag-Out dan izin kerja yang berlaku untuk area Ex.






Ulasan
Belum ada ulasan.