Keunggulan Utama (Key Advantages)
Detektor gas mudah terbakar Honeywell Sensepoint XCL memiliki beberapa keunggulan signifikan:
- Pemeliharaan dan Konfigurasi Nirkabel (Bluetooth): Keunggulan utama adalah kemampuan untuk memasangkan detektor dengan smartphone Anda menggunakan aplikasi khusus (Honeywell Sensepoint App). Ini memungkinkan teknisi melakukan banyak tugas, seperti mengatur set point alarm, menjalankan prosedur tes, dan memeriksa status, dari jarak hingga 10 meter. Ini sangat memudahkan pemeliharaan di lokasi yang sulit dijangkau.
- Indikator Visual Multi-Warna: Detektor ini dilengkapi dengan cincin lampu LED multi-warna yang memberikan indikasi status secara langsung. Anda dapat segera mengetahui status detektor (Normal, Peringatan, Alarm, atau Gangguan) hanya dengan melihat warnanya.
- Hijau: Normal.
- Merah Berkedip: Alarm.
- Kuning Berkedip: Gangguan/Kesalahan.
- Biru Berkedip/Solid: Koneksi Bluetooth.
- Port Gassing Terintegrasi: Terdapat port khusus untuk memudahkan bump test (tes fungsi cepat) dan kalibrasi, bahkan untuk unit yang dipasang di lokasi yang tidak dapat diakses tanpa perlu membeli aksesori tambahan.
- Pemasangan dan Komisioning Cepat: Desainnya sederhana dan kuat, yang mempercepat proses instalasi dan komisioning. Aplikasi smartphone juga membantu menghasilkan laporan komisioning secara otomatis.
- Desain Estetis dan Kokoh: Dirancang dengan estetika yang bersih sehingga cocok untuk ruang publik seperti lobi atau area ritel. Memiliki perlindungan masuknya benda asing (IP65), yang memungkinkannya dipasang di area yang mungkin mengalami penyiraman.
- Fleksibilitas Output: Tersedia dengan pilihan output analog 4–20 mA atau digital Modbus RTU, dengan opsi tambahan relai untuk integrasi yang mudah ke sistem kontrol atau perangkat alarm eksternal.
Fungsi Produk (Product Function)
Fungsi utama dari Honeywell Sensepoint XCL Combustible Gas Detector adalah:
- Deteksi Gas Mudah Terbakar (Combustible Gas Detection): Fungsi utamanya adalah secara terus-menerus memantau konsentrasi gas-gas yang mudah terbakar, seperti Metana (Methane), di udara.
- Peringatan Dini Kebocoran Gas: Mendeteksi gas mudah terbakar dalam rentang 0 hingga 100% LEL (Lower Explosive Limit) dan memberikan peringatan visual dan/atau sinyal output (ke kontroler/sistem alarm) ketika konsentrasi gas mencapai tingkat alarm yang telah ditetapkan (misalnya, di bawah 25% LEL).
- Integrasi Sistem: Berfungsi sebagai titik sensor dalam sistem deteksi gas yang lebih besar. Output analog (4-20 mA) atau digital (Modbus) memungkinkan detektor terhubung ke panel kontrol (seperti Honeywell Touchpoint Plus) untuk memicu tindakan lebih lanjut (misalnya, menyalakan ventilasi atau mengaktifkan alarm keras).
- Diagnostik dan Laporan: Melalui aplikasi smartphone, detektor menyediakan akses mudah ke informasi diagnostik secara real-time dan dapat menghasilkan laporan kalibrasi atau perawatan.
Cara Penggunaan (How to Use)
Penggunaan detektor gas tetap ini terbagi menjadi tiga fase utama:
1. Pemasangan (Installation)
- Detektor dipasang secara permanen di area yang berpotensi terjadi kebocoran gas mudah terbakar (misalnya, ruang ketel, stasiun bahan bakar, atau area penyimpanan bahan kimia).
- Pemasangan melibatkan pemasangan kotak belakang ke dinding dan menghubungkan kabel daya dan output sinyal (4-20 mA atau Modbus) ke panel kontrol atau sistem alarm pusat.
- Posisi pemasangan harus mempertimbangkan kepadatan gas yang dideteksi (untuk gas mudah terbakar seperti Metana yang lebih ringan dari udara, detektor sering dipasang di dekat langit-langit).
2. Komisioning dan Konfigurasi (Commissioning and Configuration)
Fase ini biasanya dilakukan menggunakan aplikasi smartphone Honeywell Sensepoint App dan koneksi Bluetooth:
- Pasangkan Detektor: Pasangkan smartphone Anda dengan detektor melalui Bluetooth (hingga 10 meter).
- Pengaturan Awal: Gunakan aplikasi untuk membuat profil detektor dan mengatur titik alarm yang diinginkan (set point).
- Tes Fungsi (Bump Test): Lakukan tes cepat dengan memasukkan gas uji konsentrasi rendah ke gassing port untuk memastikan sensor merespons dan fungsi alarm bekerja dengan benar.
- Kalibrasi: Jika diperlukan, kalibrasi sensor dapat dilakukan secara nirkabel melalui aplikasi, yang juga akan memandu prosesnya.
- Pelaporan: Aplikasi secara otomatis menghasilkan laporan komisioning dan kalibrasi, yang dapat dibagikan atau disimpan untuk keperluan audit.
3. Operasi dan Pemeliharaan Rutin (Operation and Routine Maintenance)
- Operasi Normal: Selama beroperasi, cincin LED akan menunjukkan status Hijau (Normal) selama tidak ada kebocoran gas yang terdeteksi.
- Respon Alarm: Jika gas mudah terbakar terdeteksi di atas batas yang ditentukan, detektor akan menunjukkan status Merah Berkedip dan mengirimkan sinyal alarm ke panel kontrol.
- Pemantauan Status: Operator atau teknisi dapat dengan mudah memantau pembacaan konsentrasi gas secara real-time dan memeriksa riwayat unit kapan saja menggunakan aplikasi smartphone (jika model Bluetooth digunakan).
- Perawatan Periodik: Lakukan bump test secara teratur (misalnya, mingguan atau bulanan) dan kalibrasi sesuai jadwal yang direkomendasikan pabrikan untuk memastikan akurasi dan keandalan sensor. Jika terdeteksi masalah, LED akan menunjukkan Kuning Berkedip, dan aplikasi akan memberikan informasi diagnostik untuk pemecahan masalah yang cepat.






Ulasan
Belum ada ulasan.